Suatu Keajaiban Ponpes Al-Qodar Tidak Tersentuh Banjir Bandang Garut

Dalam suatu musibah, biasanya kita bisa mengambil banyak pelajaran dari apa yang terjadi. Karena musibah itu bisa diakibatkan dari ulah manusia itu sendiri, baik karena merusak alam sekitar ataupun merupakan adzab dari Sang Pencipta yang murka dengan merajalelanya kerusakan akhlak.
Bencana banjir bandang di Garut
Banjir bandang Garut
Gambar: islamlovespeace.blogspot.com

Dibalik semua musibah dan bencana yang dahsyat, selalu saja ada keajaiban yang terkadang sulit untuk dicerna akal secara lahir. Hal ini bisa menjadikan bukti akan kekuasaan Allah SWT pemilik alam semesta ini.

Salah satu keajaiban yang terjadi baru-baru ini adalah selamatnya pondok pesantren salafiyah Al-Qodar dari amukan banjir bandang yang terjadi di Garut, Selasa (20/09/2016).

ponpes Al Qodar Garut selamat dari banjir bandang
Ponpes Al-Qodar selamat dari banjir bandang
Gambar: www.porosgarut.com
Pesantren ini terletak di Kampung Lebak Siuh, Kelurahan Muara Sanding, Kec. Garut Kota, kab. Garut.

Pesantren Al Qodar milik K.H. Abdul Qodar Rusman ini tetap berdiri kokoh dan tak tersentuh sedikitpun oleh banjir bandang yang meluap dari sungai Cimanuk. Padahal jarak pesantren ini hanya 10 meter dari bibir sungai Cimanuk.

Sementara semua yang ada di sekitar pondok porak-poranda, termasuk jembatan penghubung ke pesantren tersebut ambruk diterjang banjir.

Begitu juga yang jaraknya berpuluh-puluh meter dari sungai, semua infrastruktur dan bangunan hancur dan banyak korban jiwa dan korban hilang.

Sejarah berdirinya pondok pesantren Al-Qodar, Garut

Menurut kiayi Abdul Qodar yang Caredoks rangkum dari www.porosgarut.com dan kabarmakkah.com bahwa pesantren itu awalnya hanya beralaskan tanah dan beratap terpal. Dan untuk penerangannya hanya mengandalkan cempor (lampu yang berbahan minyak tanah).

Pemilik pondok pesantren Al Qadar Garut
K.H. Abdul Qodar Rusman
Gambar: www.porosgarut.com

Waktu itu keseharian kiayi Abdul hanya bolak-balik dari rumah ke pesantren untuk belajar ngaji, berdzikir dan beribadah. Hal ini dilakukan selama 15 tahun tanpa kemana-mana.

Pada tahun 1999 beliau bermimpi bertemu dengan K.H. Mashudi dan dalam mimpi tersebut kiayi Mashudi berpesan untuk menemuinya di Jombang.

Padahal waktu itu Kiayi Abdul Qodar belum mengenal dan belum bertemu dengan Kiayi Mashudi.

Namun Kiayi Abdul Qodar memutuskan berangkat ke Jombang dengan keyakinan pasti bertemu dengan Kiayi Mashudi meskipun belum pernah kesana.

Setelah bertanya kesana kemari akhirnya Kiayi Abdul menemukan pesantren Kiayi Mashudi selepas isya. Beliau disambut oleh santri Kiayi Mashudi dan disuruh untuk istirahat karena Kiayi Mashudi akan menemuinya saat subuh.

Menjelang subuh tiba, Kiayi Abdul tampak kaget karena Kiayi Mashudi yang ada dihadapannya sama persis dengan yang ada di mimpinya.

Saat itu sang guru berpesan pada Kiayi Abdul untuk mendirikan pondok pesantren di pinggir kali dan belajar ngaji pada beliau sebulan sekali, istilahnya ngalong atau santri kalong.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Suatu Keajaiban Ponpes Al-Qodar Tidak Tersentuh Banjir Bandang Garut"

Post a Comment