Perbedaan Pendidikan Di Jepang Dan Indonesia

Setiap negara memiliki ciri khas masing-masing dan pasti banyak perbedaannya. Salah satunya perbedaan dalam sistem pendidikan.

Pendidikan bisa menjadi salah satu tolak ukur kesuksesan dan kemajuan suatu negara. Contohnya saja negara Jepang.

Negara yang pernah menjajah kita dan porak-poranda akibat kalah dalam Perang Dunia II ini sekarang menjadi negara yang sangat pesat dan maju dalam berbagai bidang.

Semua itu tidak lepas dari sistem pendidikan yang diterapkan, kesadaran masyarakat Jepang dan didikan orang tua akan pentingnya pendidikan.

Mungkin kita pun harus belajar banyak dari Jepang. Karena banyak hal-hal positif yang perlu kita tiru dari mereka.

Karena di Jepang sistem pendidikan sangat diperhatikan secara detail.

Disini hanya diberikan beberapa perbedaan saja. Dan mungkin sebagian ada beberapa persamaan.
Perbedaan antara siswa Indonesia dan siswa di Jepang
Perbedaan siswa Indonesia (atas) dan Jepang(bawah)
Gambar: facebook page (Kehidupan di Jepang)
Mudah-mudahan ini bisa menjadi renungan buat kita sehingga kita bisa tahu mengapa Jepang bisa sangat maju.

Pendidikan di Jepang

Jenjang pendidikan di Jepang hampir sama dengan Indonesia, yaitu 6 tahun SD, 3 tahun SMP, dan 3 tahun SMA, plus 2-4 tahun kuliah, 1-4 tahun kuliah pelatihan khusus (special training college).

Sembilan tahun pendidikan untuk jenjang Sekolah Dasar dan SMP adalah wajib (usia 6-15 tahun), dan tidak dikenakan biaya sekolah selama periode ini.

Untuk tingkatan Sekolah Dasar, siswa belajar Bahasa Jepang, pelajaran lingkungan hidup, musik, menggambar dan kerajinan tangan, ilmu sains, ilmu-ilmu sosial, aritmatik, homemaking, dan pelajaran kesegaran jasmani.

Mereka juga akan menerima pelajaran pendidikan moral, berpartisipasi dalam aktivitas sosial, dan topic studies.

Dan siswa SMP belajar Bahasa Jepang, ilmu-ilmu sosial, matematika, ilmu-ilmu sains, musik, kesehatan dan pendidikan jasmani, seni industri, homemaking, dan bahasa asing.

Mereka juga akan menerima pelajaran pendidikan moral, berpartisipasi dalam aktivitas sosial, dan topic studies.

Hampir semua sekolah mengajarkan Bahasa Inggris sebagai bahasa asingnya.

Di sekolah dasar, kelas dipimpin oleh guru kelas sedangkan di SMP, setiap mata ajaran ada gurunya masing-masing.

Tidak ada biaya sekolah, buku-buku yang diberikan juga tidak dikenaan biaya sepeserpun.

Akan tetapi, biaya untuk makan siang, kunjungan lapangan, dan tamasya, dan alat tulis manjadi tanggungan orang tua.

Sedangkan di Indonesia, meskipun sekarang SPP bulanan di tingkat sekolah dasar dan menengah dihilangkan, tetap saja ada biaya lainnya seperti biaya fotocopy soal, pembelian LKS, sewa buku dll.

Untuk melanjutkan ke SMA setelah menyelesaikan pendidikan wajib, murid harus lulus ujian saringan masuk.

Ketika seorang murid mendaftar di sekolah dasar atau SMP, mereka akan ditempatkan di tingkat yang sesuai dengan umurnya.

Perbedaan pendidikan di Jepang dan Indonesia

Ada juga beberapa perbedaan lain antara Indonesia dan Jepang dalam sistem pendidikan seperti berikut.

Etika dan kedisiplinan
Sistem pendidikan yang paling mencolok antara Indonesia dan Jepang adalah dari segi kedisiplinan.

Selain itu, etika juga menjadi salah satu hal yang semakin di perkuat dalam sistem pendidikan Jepang.

Sedangkan di Indonesia kedisiplinan sangatlah kurang dan sangat sulit sekali untuk diterapkan. Bahkan dalam hal etika pun Indonesia sedang mengalami kemerosotan.

Terbukti dengan banyaknya kasus guru yang dijebloskan ke penjara atau dipukuli orang tua murid gara-gara menegur muridnya.

Kemampuan belajar siswa
Dalam hal kemampuan belajar siswa, di Indonesia guru lebih memiliki kecenderungan melihat pada faktor individu pada muridnya.

Sedangkan di Jepang sehebat dan sepintar apapun siswa, jika ia tidak mampu bekerja sama dengan temannya, maka guru bisa saja tidak meluluskannya.

Mata pelajaran sekolah
Mata pelajaran di Jepang lebih sedikit. Jadi siswa bisa lebih fokus dalam belajar dan tidak merasa tertekan dengan pelajaran.

Sedangkan di Indonesia, seperti yang kita ketahui banyaknya mata pelajaran terkadang membuat murid merasa tertekan, stres dan bosan. Apalagi jika banyaknya pekerjaan rumah yang harus dikerjakan.

Penekanan pada siswa
Murid-murid di Jepang diajarkan untuk bisa berpikir kritis dalam kegiatan belajar mengajar.

Sedangkan para siswa di Indonesia mulai dari tingkat SD sampai tingkat atas selalu dihadapkan pada hafalan.

Jam sekolah
Jam belajar di Jepang dimulai pukul 09.00 pagi dan berakhir pukul 04.00 sore. Sedangkan di Indonesia umumnya adalah pukul 07.00 sampai pukul 01.00 siang.

Saat ada siswa yang terlambat di Jepang, maka akan disuruh untuk membuat surat perjanjian tidak akan mengulanginya lagi.

Jika mengulanginya lagi maka akan diberikan sanksi skorsing.

Sedangkan di Indonesia sangatlah berbeda. Siswa cukup meminta surat izin masuk dan menerima sedikit hukuman. Setelah itu ia diijinkan masuk keesokan harinya.

Jika keesokan harinya melakukan pelanggaran lagi, prosedurnya tetap seperti itu sehingga terlihat kurang adanya ketegasan.

Transportasi
Siswa di Jepang mulai dari sekolah dasar hingga tingkat atas dilarang keras menggunakan kendaraan bermotor, baik roda dua atau roda empat ke sekolah.

Mereka biasa berangkat menggunakan transportasi umum seperti kereta dan bus, sepeda atau bahkan banyak yang jalan kaki.

Sedangkan di Indonesia saat ini hampir kebanyakan anak sekolah membawa kendaraan motor roda dua ke sekolah. Bahkan sebagian anak pejabat di kota-kota ada yang membawa mobil. Seolah-olah sekolah menjadi ajang pamer kekayaan.

Hal ini sangat miris sekali. Bahkan kendaraan para siswa ini menyumbangkan kemacetan terutama saat waktu berangkat dan pulang sekolah.

(Diambil dari berbagai sumber)

Itulah sebagian dari perbedaan sistem pendidikan Indonesia dengan sistem pendidikan Jepang dari Caredoks yang diambil dari berbagai sumber.

Dari sini bisa kita ketahui mengapa negara Jepang bisa maju. Selain pemerintah memiliki andil besar dalam sistem pendidikan, juga dari kesadaran masyarakat dan didikan dari orang tua mereka yang begitu melekat.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Perbedaan Pendidikan Di Jepang Dan Indonesia"

Post a Comment